Header Ads

Pengertian Cache Memory Pada Processor



Membeli sebuah laptop atau merakit komputer desktop pasti harus paham tentang spesifikasi komputer yang ingin kita beli salah satunya komponen utama yakni processor. Banyak sekali di pasaran jenis jenis processor mulai dari AMD, Intel masing masing merk tersebut menjual berbagai spesifikasi processor yang berbeda beda mulai harga yang murah sampai yang mahal.

Spesifikasi yang tinggi tentu memiliki harga yang semakin mahal pula, salah satunya adalah kecepatan processor tersebut sampai kecepatan cache memory nya. Barang kali ada yang bertanya apa sebenarnya cache memory itu. Cache Memory adalah memory yang berukuran kecil yang sifatnya temporary (sementara) yang tertanam di dalam processor.

Fungsi cache memory yaitu: 

Mempercepat Akses data pada komputer.
Meringankan kerja prosessor.
Menjembatani perbedaan kecepatan antara cpu dan memory utama. 
Mempercepat kinerja memory. 

Cache processor metupakan bagian yang paling penting sebagai jembatan antara memory RAM dengan Processor agar tidak terjadi jeda pemrosesan data akibat perbedaan kecepatan antara processor dengan RAM. Jika processor tidak memiliki data untuk di hitung pada siklus pemrosesan dan siklus tersebut tidak ada yang di proses maka tidak akan terjadi penghitungan. Tugas dari cache adalah menghilangkan jeda siklus yang terbuang.

Cache Level
Cache processor telah berkembang dari satu level menjadi 3 level pada CPU modern, cache yang lebih rendah biasanya memiliki kecepatan dan mengandung sedikit memory dari pada tingkat cache yang lebih tinggi. Level cache biasanya disebut L1 untuk level satu, L2 untuk level dua dan seterusnya. Level L1, yang langsung bekerja dengan CPU komputer.



Cara cache memory, ketika level cache L1 membutuhkan data saat data telah selesai di proses, maka L2 akan memebrikan data lebih besar dengan pilihan cache yang lebih besar pula dari L1 dan seterusnya akan sama untuk cache L3 yang memberikan data ke L2. Kita bisa lihat ukuran L3 Cache lebih besar di banding dengan L2 dan L1 , namun soal kecepatan L3 kalah di bandingkan L2 dan L1, ke tiga level cache tersebut seolah berjalan secara estafet saling membantu.

Proses yang terjadi seperti ini dapat menghemat waktu dalam proses mengakses data yang sama, dibandingkan jika prosesor berulang-ulang harus mencari data ke memori utama. Secara logika, kapasitas cache memory yang lebih besar dapat membantu memperbaiki kinerja prosesor, setidak-tidaknya mempersingkat waktu yang diperlukan dalam proses mengakses data. Dengan meningkatkan jumlah ukuran cache dapat meningkatkan kinerja processor sebesar 30 persen namun harus di dukung dengan jumlah core dan nilai dari  clockspeed.

Proses caching dapat meningkatkan kecepatan pemrosesan karena proses transfer data dari memory utama RAM terjadi berulang kali, dan berlangsung sangat cepat, sehingga diperlukan solusi cache untuk memberikan performa paling baik pada sebuah CPU. Semakin cepat CPU, maka  akan membutuhkan cache processor yang lebih banyak untuk meningkatkan performa.

No comments

Powered by Blogger.